Home » Kegiatan » Dandim 1613 Sumba Barat Bersama FKPD SBD Mediasi Dua Kampung Pasca Penyerangan

Diposting : 23 Januari 2017 - 12:08:20 WIB
Dandim 1613 Sumba Barat Bersama FKPD SBD Mediasi Dua Kampung Pasca Penyerangan
Diposting oleh : Korem161
Kategori: Kegiatan - Dibaca: 147 kali


Bertempat di Desa Wura Homba Kecamatan Kodi Kabupaten Sumba Barat Daya, Sabtu (21/01/2017), telah berlangsung proses kegiatan mediasi pasca terjadinya penyerangan antar kampung yang di lakukan oleh Kampung  Honggo Weyo, Desa Wura Homba, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya  terhadap Kampung Daha Elu, Desa Wura Homba, Kecamatan  Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya pada Jumat Siang tanggal 20 Januari 2017.


Mediasi ini dilakukan oleh Wakil Bupati SBD, Drs. Ndara Tanggu Kaha, Dandim 1613/SB, Letkol Inf Fifin Zudi Syaifuddin, S.Pd.,  Kapolres SBD, Camat Kodi, Kakesbangpol, Inspektorat SBD, Danramil 03/Kodi, serta Kapolsek Kodi.


Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati SBD mengatakan agar pihak yang diserang untuk tidak menutup-nutupi orang-orang yang menjadi otak pelaku penyerangan. Wabup menyampaikan agar menyerahkan permasalahan kepada pihak berwajib Polres Sumba Barat.


Sementara Dandim 1613/Sumba Barat mengatakan apabila ada informasi yang berhubungan dengan Kamtibmas agar disampaikan ke kami  TNI/ POLRI, agar kami bisa mengantisipasi sedini mungkin sehingga tidak terjadi hal-hal  yang tidak diinginkan.


Selanjutnya Dandim mengharapkan untuk tidak ada saling serang karena kita disini bersaudara, yang sudah terjadi kita serahkan ke ranah hukum biar di selesaikan secara hukum karen tidak ada yang kebal hukum siapapun dia dan TNI akan back up.


Dandim menyarankan ke Pemda SBD karena kejadiannya sudah terjadi untuk itu diharapkan agar Dinas Sosial Kabupaten Sumba Barat Daya dapat memfasilitasi sandang dan pangan bagi warga yang menjadi korban. Bagi pihak yang melakukan penyerang Dandim minta untuk bertanggung jawab atas perbuatannya dan menyerahkan penanganannya oleh pihak berwajib dan tidak mengulangi lagi.


"Kami datang ke tempat kalian karena kami sangat sayang sama kalian, untuk itu jaga persatuan dan keamanan", tegas Dandim.


Hal senada oleh Kapolres Sumba Barat dikatakan bahwa dari sisi hukum, saya sebagai Kapolres sampaikan kepada warga yang melihat langsung kejadian pembakaran agar berani menjadi saksi untuk diambil keterangannya agar para pelaku penyerangan dan pembakaran dapat di tangkap dan di proses secara hukum.


Lanjutnya, karena masyarakat yang  melaksanakan penyerangan dalam jumlah besar jadi tidak mungkin Polisi harus menangkap semuanya, untuk itu diharapkan untuk berani menjadi saksi di Polsek atau Polres, pintanya.


Pantauan di lapangan kegiatan mediasi dilaksanakan di dua tempat.  Tempat pertama di Kampung Daha Elu, Desa Waru Homba sebagai pihak korban yang dihadiri sekitar 50 orang warga dan tempat kedua di Kampung Honggo Weyo Desa Waru Homba sebagai  pihak penyerang dihadiri sekitar 100 orang warga. Kegiatan mediasi ini selesai pada pukul 12.30 Wita.



BERITA TERKAIT

0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama
Website
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



Copyright © 2013 by WWW.KOREM161.MIL.ID. All Rights Reserved
Hak cipta dilindungi oleh undang-undang, dilarang mengcopy seluruh atau sebagian dari menu dan isi web ini tanpa izin.
Developed by ARI@WIRELESSINDO